Setiap perkataan yang menjatuhkan
tak lagi kudengar dengan sungguh
Juga tutur kata yang mencela
tak lagi kucerna di dalam jiwa
Aku bukanlah seorang yang mengerti
tentang kelihaian membaca hati
Aku hanya pemimpi kecil
yang berangan tuk merubah nasibnya
Oh bukankah aku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya…yang sedih hatinya,
yang lelah jiwanya..yang sedih hatinya
Kugerakkan langkah kaki
Di mana cinta akan bertumbuh
Kulayangkan jauh mata memandang
Tuk melanjutkan mimpi yang terputus
Masih kucoba.. mengejar rinduku
Meski peluh membasahi tanah
Lelah, penat tak menghalangiku
menemukan bahagia
Oh bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya..yang sedih hatinya
yang lelah jiwanya..yang sedih hatinya
Oh bukankah aku bisa melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya
Bukankah hidup ada perhentian
Tak harus kencang terus berlari
Kuhela kan nafas panjang
Tuk siap berlari kembali
Bagai bintang yang bersinar
menghibur yang lelah jiwanya,
bagai bintang yang berpijar
menghibur yang sedih hatinya
Sumber: http://mevlanasufi.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Para Sufi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Para Sufi. Tampilkan semua postingan
24 Mei 2008
Langganan:
Postingan (Atom)
